Review Perawatan Dokter : Roaccutane

by - 12:10:00 PM

Kali ini saya akan cerita tentang pengalaman waktu perawatan wajah di dokter kulit, lanjut dari review-review sebelumnya. Jadi setelah stop pakai airin skin care, saya akhirnya memutuskan perawatan di klinik. Kliniknya deket dari kantor, waktu berkunjung ternyata kliniknya untuk anti aging namun banyak pasien muda yang perawatan jerawat juga disini.

Pertama check up, wajah kita di foto untuk proses controlling selanjutnya jadi memudahkan lihat progress wajah kita. Setelah di check, dokternya bilang kalau komedo saya banyak banget so butuh facial. Proses facialnya biasa aja, masker yang digunakan masker tea tree. Selesai facial, Dokter Yuli *nama dokternya* ngasih anti biotik sama obat isinya 30 kapsul (pil obat jerawat). Dua kali antibiotik dan satu kali obat jerawatnya dalam sehari. Tambahan krim malam, sunblock, dan facial wash. Dokter menyarankan untuk menghindari makan telur, coklat, segala produk olahan susu, gorengan, dan saya lupa lagi deret makanan lainnya eh sama bakso juga.

Selama sebulan perawatan, hasilnya lumayan. Oh iya, seminggu awal wajah saya rada gatal tiap kali abis cuci muka. Beruntungnya si dokter menerima konsultasi via bbm. Jadi saya langsung nanya ke dokternya dan bilang gak papa, katanya tahap transisi bisa saja seperti itu. Setelah sebulan saya check up lagi, seluruhnya sudah habis. Saya masih merasa gak ada perubahan, tapi setelah membandingkan foto wajah bulan lalu ternyata jerawat di dagu lumayan berkurang dan wajah sangat lebih cerah. Kesimpulan hasil perawatan sebulan : Jerawat di area dagu berkurang, muka jadi semakin putih.

Check up kedua hasilnya saya di kasih resep Roaccutane. Sebelumnya dokter nanya saya ada rencana nikah dalam waktu dekat ini atau tidak? saya jawab tidak. Dokter menjelaskan kalau obat ini tidak dijual bebas di apotek, jadi dokter Yuli memberikan alamat apotek yang menjual roaccutane. Katanya harus dikonsumsi satu kali sehari. Krim malam saya juga di ganti, sunblock dan facial washnya tetap sama.

Dan karena saya selalu browsing segala hal, saya mulai browsing tentang roaccutane. Kalau ngetik roaccutane maka yang muncul semuanya artikel bahasa inggris. Setelah itu saya menemukan tulisan ini. Jadi dijelaskan kalau Roaccutane adalah nama merek dagang dari isotretinoin, obat ini masih belum legal masuk di Indonesia namun sudah banyak dokter kulit yang merekomendasikan obat ini, Pantas saja kalau obat ini tidak dijual di sembarang apotek. Obat ini tergolong sangat keras tapi bisa dikonsumsi dibawah pengawasan dokter, lebih lengkapnya dapat browsing sendiri, baik di luar negeri maupun di Indonesia memberikan informasi yang hampir sama. Lalu saya menemukan blog ini dan ini , setelah membaca itu akhirnya saya memberanikan diri ke apotek yang dimaksud. Pas sampai, apotiknya gak besar, malah tergolong sempit. Segala macam obat ada, banyak obat-obat yang berseliweran di iklan internet ada disini. Semuanya ditumpuk-tumpuk, tidak begitu rapi. Setelah memperlihatkan resepnya, mas yang jagain langsung masuk ke ruangan buat stock obat sepertinya. Yang jaga ada 4 orang. Masnya muncul sambil megang roaccutane, karna untuk konsumsi sebulan maka saya beli satu 1 box, harganya 300an sepertinya. Tapi saya lupa itu cukup sebulan atau cuma buat dua minggu. Soalnya kata dokter, konsumsinya tergantung keadaan wajah.

Singkat cerita, apa yang dibilang di blog-blog sebelumnya bener kejadian sama saya. Dehidrasi all area wajah termasuk bibir. Jadi harus banyak minum dan pakai lip balm. Saya konsumsi roaccutane bulan januari - februari. Saya memutuskan berhenti setelah merasa mulai takut dengan efek obat ini dan perawatan dokternya. Terlebih komunikasi dengan dokter yang tidak transparan menjelaskan roaccutane ini. Saya tidak dianjurkan cek kondisi ginjal dan hati seperti yang dibahas di blog sebelumnya. Dan batas konsumsi roaccutane yang diberitahukan kesaya selalu berubah-ubah, awalnya bilang cuma sebulan, setelah itu tiga bulan, padahal referensi banyak mengatakan batasnya 8 bulan. Setelah keadaan muka saya bersisa bekasnya saja, check up terakhir dokter menyarankan laser. Saya laser dan gak pernah balik lagi. Jadi lama perawatan di dokter dari Desember 2015 - Februari 2016.

Oke cukup sekian review saya tentang perawatan dokternya. Terima kasih :D

You May Also Like

4 comments

  1. Beli roaccutane nya di apotik apa? Bileh minta kontaknyaline atau wa mungkin

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya lupa apotik mana, tp dekat2 jl. sulawesi. Btw., obat ini harus ada izin dokter karena sangat berbahaya. sebaiknya mbak ulya konsultasi dulu, jng langsung beli. lineku tenriswahid mbak.

      Delete
  2. wah cocok dikamu yah sis..
    di saya kurang nampol..huhuhuu
    togel sgp

    ReplyDelete
  3. Mba kliniknya apa? Alamatnya dimana ya? Setau saya dokter yg terkenal bht itu di hang lwkir jg oake obay ini. Tp dia sulit sekali dihubungi saya mau coba klinik lain yg pakai roaccutane juga. Boleh kasih tau apa alamatnya. Makasih

    ReplyDelete

Instagram