Dear D.

by - 9:53:00 PM

pikirkanlah lagi. apakah harus kamu ulang-ulang. tolong jangan. akupun sedang berusaha menahan.
merendah dalam kata, dalam tindakan, masih ada hati. apa sudah?

bukankah "kebenaran" juga sangat lihai.

Kita pernah saling mengingatkan untuk bisa menahan, untuk saling mengerti, tapi kita sedang dalam masalah yang sangat besar. Bertarung dengan diri sendiri. hati-hati sekali. 

Mari diam sejenak. merasa kurang.

Terkadang ucapan benar yang kamu maksudkan itu ternyata melukai seseorang sangat dalam. Terkadang kata "aku bukanlah siapa-siapa" terlalu rentan dengan ke-aku-an.

Kamu pernah mengajarkanku untuk memaafkan semua orang sebelum malam mengakhiri dirinya. itu hal yang sangat membahagiakan. Tapi dalam hati, aku ingin menutup mataku tanpa keharusan untuk memaafkan. Aku ingin suatu malam aku tak perlu memaafkan karna memang tak ada yang harus dimaafkan, siap pergi. meninggalkan.


Dari banyak cerita, kamu mengambil sedikit waktu tapi berjejak. Saya akan mengingatmu sebagai yang pernah singgah dan memberi kesempatan belajar. Saya mengenal diri saya dari banyak debat yang melibatkanmu secara emosional dalam diskusi minim kata. Kamu yang membuat suara-suara dikepala saling beradu. Kamu yang pertama membuat yakin dan akhirnya pun dengan yakin harus diakhiri. Kamu membuat saya mandiri, memecahkan keraguan sendiri. Saya berutang banyak untuk itu. terima kasih.

You May Also Like

1 comments

Instagram