Demotivation atau PMS?

by - 12:05:00 PM

Photo by Jen P. on Unsplash


Situasi kantor itu memang selalu berubah, kadang menyenangkan, menegangkan dan membosankan. Yang jadi pe-er itu kalau lagi membosankan dan situasinya mempengaruhi mood buat bekerja. Bener-bener pe-er deh, dan saya lagi dalam keadaan darurat, very emergency boring. Sumpehh, ini bener-bener bete tingkat dewa. Berasa senggol bacok. Padahal tadi pagi saya sudah ada listing kerjaan yang mau diselesaikan, tapi kemudian semuanya sirna pas sampe di meja. Ohhhh my, Monday, Ramadhan Kareem, Ohhhh owww,, today is monday??? o'oh, ini rabu. Oke saya sepertinya PMS.

Postingan ini adalah pelarian saya dari kebosanan yang tiba-tiba meledak. Bosan dan jengkel lebih tepatnya. So,, dear me in the future, please let me ngedumel for a while. Kalo tidak, nanti saya bisa menyebabkan kekacauan yang lebih dahsyat :D.

Ok tarik nafas dan bismillahirrahmanirrahim-audzubillahiminassyaithonirrajim.

Mengeluh itu ndak ada gunanya. pekerjaan yang gak ada gunanya sama dengan buang-buang waktu. membuang-buat waktu sama dengan mubazzir. mubazzir sama dengan berdosa. Berdosa sama dengan bersalah sama Allah. and that's not my way of life. Allah is my purpose so I will never let my self make a repetation of mistakes.

Kemudian tarik nafas dan butuh aromaterapi. Dan butuh ketenangan, mungkin setannya sudah sedikit menjauh dari saya. Baiklah, mari membersihkan keruwetan hidup pagi ini.

Hal yang saya butuhkan untuk menghadapi kebosanan ini adalah :

1. Menulis, Merapikan isi kepala.
Merapikan apa yang ada dikepala, menelaah yang seharusnya di prioritaskan dan membuang yang seharusnya dibuang.

2. Cari Udara Segar
Saya meninggalkan ruang kerja untuk menjernihkan pikiran dan perasaan.

3. Tidak terlibat dalam Obrolan yang semakin memperpanjang List Kebosanan
Saya tidak sendiri, saya punya teman yang senasib. Yang juga sama-sama bete karena permasalaha kami sama dan suber masalah kami sama. Bertemu dan mengolah keluhan yang sama ini tak akan pernah berujung baik. Trust me, ini seperti menambahkan pasukan penyiram bensin ke api yang sedang berkobar. Untuk sementara, meenjauh dari pasukan tersebut. Api ketemu api bisa jadi kebakaran.

4. Sharing dengan Sahabat yang Lebih bisa Mikir jernih. *kakUswatun
Thanks ya Allah for bring me kak Uswatun to my Office Life. Sahabat yang ngerti kondisi, tapi gak akan mendorongmu untuk menumpahkan lebih banyak bensin ke api yang sedang menyala. Tapi membuka pikiranmu untuk melihat air.

5. Take a break and prepare again.
Saya  butuh cooling down. Masuk kulkas buat mendinginkan kepala, cari-cari gambar dan baca artikel, sebenarnya baca Al Quran dan wudhu harusnyaa,. Baiklah,, itu saja dulu. Abis itu kita kembali lagi menengok kerjaan yang menumpuk itu..

Dear future me, thank you for let me posting something like this.
See you soon and hope you'll be my best version ever.. Please please cos you have to.

Photo by Annie Spratt on Unsplash

You May Also Like

0 comments